FOTOGRAFI

gausah banyak fikir lagi langsung aja di baca sob.
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “photos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan mediacahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
sumber : id.wikipedia.org/wiki/Fotografi
admin : rizky wahyu

Teknik dasar fotography

Emm, lagi males mosting ni, badan masih pegel abis upacara, so saya copas aja ni artikel blog tetangga, langsung aja ni di baca.
lomo-camera-300x199.jpg

di zaman serba canggih ini, bukanlah hal yang langka, hampir semua kalangan banyak yang menyukai hobi yang dapat menghilangkan stres ini. Berikut teknik dasar dalam belajar fotografi: Bulb Kecepatan kamera, dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama. Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod. Misalnya, Anda mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya. Depth of Field Hal-hal yang mempengaruhi ruang tajam, yakni Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit), bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit), jarak fokus lensa atau focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur). Zooming Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakai alat kaki tiga (tripod). Panning Panning merupakan salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto. Saat melakukan panning, Anda harus mengikuti objek selama membidik. Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8 hingga 60), dan pakai alat kaki tiga (tripod). Slow dan Stop Action Slow action, adalah salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan atau menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 hingga 1 detik. Stop action adalah kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai dengan 1/4000 bahkan lebih.

Sumber: “indonesiarayanews.com/news/fotografi/01-24-2013-23-02/ini-dia-teknik-dasar-dalam-belajar-fotografi-yang-benar”

Posted by Wordmobi

Admin: Rendi Andika